
Layar.id – Film horor Pernikahan Arwah (The Butterfly House) dari rumah produksi Entelekey Media Indonesia dan Relate Films akan tayang di bioskop mulai 27 Februari 2025. Uniknya, film horor ini mengambil sudut pandang dari sisi tradisi Tionghoa, khususnya tentang pernikahan arwah. Konsep yang seger banget di industri film horor Indonesia!
Official trailer Pernikahan Arwah udah rilis di kanal Youtube CGV Kreasi. Dalam trailer, tampak nuansa rumah dengan budaya Tionghoa yang kental banget dan penampilan Morgan Oey serta Zulfa Maharani sebagai peran utama.
Cerita bermula pada calon pasangan pengantin bernama Salim dan Tasya. Menjelang waktu foto pre-wedding mereka, tiba-tiba, tante dari Salim yang merupakan satu-satunya keluarga sedarah Salim meninggal dunia.
Salim dan Tasya lekas memindahkan lokasi foto mereka ke rumah keluarga Salim setelah peninggalan sang tante. Sekaligus ngurusin pemakaman tantenya, Salim melanjutkan ritual keluarga yang ia lakukan setiap hari: membakar dupa di altar.

Kalau Salim nggak ngelakuin ritual itu, hidupnya akan terancam. Namun, ternyata selama Salim dan Tasya ada di rumah itu—bersama-sama tim foto mereka, membuat arwah para leluhur Salim bangkit dan marah. Leluhur Salim yang meninggal di era penjajahan Jepang menampakkan diri dan meneror semua orang di rumah itu.
Bagaimana Salim dan Tasya melepaskan diri dari terror-terror yang mengancam mereka?
Nantinya, film Pernikahan Arwah: The Butterfly House akan membawa Morgan Oey dan Zulfa Maharani sebagai dua main cast. Oh ya, skenario dari film Pernikahan Arwah ditulis oleh Ario Sasongko dan Aldo Swastia.

Berikut daftar cast film Pernikahan Arwah:
Salah satu poin yang jadi highlight di storyline film Pernikahan Arwah adalah elemen budaya Tionghoa dan ritual-ritual khusus yang mengikutinya. Melansir dari website RRI, menurut Paul Agusta selaku sutradara, film Pernikahan Arwah memusatkan ceritanya pada tradisi pernikahan arwah dalam budaya Tionghoa.

Orang-orang yang sudah meninggal bisa menjalani pernikahan dengan mereka yang masih hidup maupun sudah meninggal. Ada sebuah ritual khusus yang nantinya akan digelar oleh pihak keluarga mempelai pengantin.
Keluarga akan menaruh bungkusan berisi uang, rambut dan kuku mempelai yang sudah meninggal di tempat terbuka. Nah, orang pertama yang mengambil bungkusan itu nantinya akan terpilih sebagai mempelai pengantin.

Kalau soal upacaranya, masih mirip-mirip sama pernikahan biasa. Tapi untuk menggantikan mempelai yang sudah meninggal, biasanya digunakan boneka.
Sudut pandangnya menarik, ya. Mengintip reaksi masyarakat tentang trailer Pernikahan Arwah, banyak banget netizen yang antusias menyambut film ini karena sajian budaya yang berbeda. Tentunya, hal ini jadi salah satu goals dari Paul Agusta untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa penasaran masyarakat tentang budaya Tionghoa.
Film Pernikahan Arwah (The Butterfly House) akan tayang di bioskop mulai 27 Februari 2025. Film ini mengangkat tradisi pernikahan dari budaya Tionghoa pada dua calon pengantin yang justru membawa terror dari leluhur mereka.
Jangan lupa nonton di bioskop ya, karena horror yang satu ini bakalan jadi tema yang fresh untuk pencinta horror lokal!~






